Monitoring Kegiatan Ketahanan Pangan Melalui Bumnag Dengan Unit Usaha Ayam Petelur
Ketahanan pangan dapat dicapai melalui BUMNag dengan mengelola minimal 20% dana desa yang dialokasikan untuk ketahanan pangan, mengelola usaha tani produktif, distribusi pangan, dan program pemberdayaan masyarakat terkait pangan. Upaya ini meliputi pengembangan usaha pertanian seperti pengolahan lahan dan penyediaan pupuk, usaha peternakan, budidaya tanaman inovatif, serta penguatan rantai pasok dan pemasaran hasil produksi.
Strategi dan kegiatan BUMNag dalam ketahanan pangan
- Pengelolaan Dana Ketahanan Pangan: BUMNag diamanahi untuk mengelola minimal 20% dana desa untuk program ketahanan pangan secara profesional dan transparan, dengan tujuan keuntungan dan pemberdayaan masyarakat.
- Pengembangan Usaha Tani:
- Menyediakan layanan pengolahan lahan seperti penggemburan dan pembuatan bedengan.
- Menyediakan kebutuhan petani seperti pupuk dan pestisida untuk meningkatkan produktivitas.
- Mendukung rantai pasok pangan, memastikan ketersediaan pangan, dan meningkatkan nilai tukar petani.
- Pengembangan Usaha Peternakan:
- Mengelola usaha peternakan seperti ayam (KUB) untuk menyediakan sumber protein hewani.
- Memastikan produksi dan manajemen yang optimal untuk menunjang ketahanan pangan hewani.
- Inovasi dan Teknologi:
- Menggunakan metode inovatif seperti budidaya melon dengan sistem Nutrient Film Technique (NFT) untuk pertumbuhan yang lebih cepat dan hasil berkualitas tinggi.
- Menerapkan sistem produksi yang minim risiko hama melalui sistem tertutup.
- Penguatan Kelembagaan dan Sinergi:
- Melakukan rapat koordinasi rutin dengan pemerintah nagari dan lembaga lainnya (seperti BPRN) untuk menyusun strategi yang lebih kuat.
- Memastikan sistem administrasi dan pelaporan yang rapi dan akuntabel

Komentar
Posting Komentar