Postingan

Musrenbang RKP Tahun Anggaran 2027, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat

Gambar
 Pemerintah Nagari Koto Tuo melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintahan (RKP) Nagari Koto Tuo Tahun 2027 pada Jumat, 24 Juli 2026 di Ruang Pertemuan Lt. II Kantor Wali Nagari Koto Tuo. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun arah pembangunan nagari secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Musrenbang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kerapatan Adat Nagari (KAN), Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, Bundo Kanduang, pengurus masjid, kepala sekolah, LINMAS, pengurus koperasi, serta anggota Musrenbang lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam merumuskan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Pj. Wali Nagari Koto Tuo, Bapak Heries, S.H, yang menyampaikan bahwa proses penyusunan perencanaan pemb...

Monitoring Kegiatan Pembangunan Dana Desa

Gambar
 Serah terima kegiatan fisik dana desa adalah proses akhir di mana Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyerahkan hasil pekerjaan pembangunan kepada Kepala Desa, yang kemudian diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola dan dipelihara. TPK menyelesaikan fisik kegiatan sesuai target (mencapai 100%) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang tertuang dalam APB Des. Dimana volume pekerjaan telah sesuai dengan RAB yaitu  1.Jalan Ke KB Mata hati dengan Panjang jalan 66 meter,lebar 2,5 meter dan tebal 15 cm. 2. Jalan Katapiang Panjang 50 m Lebar 3 m Tekal 15 cm TPK telah serah terima kegiatan kepada Wali Nagari. Dimana didampingi oleh Lembaga Nagari,perangkat nagari,Pemerintahan kecamatan, dan pendamping desa.

Monitoring Kegiatan Pembangunan Rigit Beton Dinagari Koto Baru, Kecamatan IV NAGARI, KABUPATEN SIJUNJUNG, PROVINSI SUMATERA BARAT

Gambar
Monitoring kegiatan pembangunan di Nagari adalah proses pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis terhadap pelaksanaan berbagai program dan proyek pembangunan di tingkat nagari. Tujuannya adalah memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Proses monitoring meliputi beberapa aspek, antara lain: Perencanaan: Memastikan kegiatan pembangunan sesuai dengan rencana kerja nagari (Rencana Kerja Pemerintah Nagari) dan anggaran yang tersedia. Pelaksanaan: Mengawasi pelaksanaan proyek fisik maupun non-fisik agar sesuai standar kualitas dan spesifikasi yang ditetapkan. Pelaporan: Mengumpulkan data dan informasi tentang progres pembangunan untuk dibuat laporan secara berkala. Evaluasi: Menilai efektivitas dan efisiensi kegiatan pembangunan, serta mengidentifikasi kendala atau hambatan yang muncul. Tindak Lanjut: Memberikan rekomendasi perbaikan atau tindakan korektif untuk memastikan pembangunan da...

Penyaluran BLT DD Triwulan 2 ( April,Mei,Juni ) Nagari Koto Tuo

Gambar
 Penyaluran BLT DD Triwulan 2 (April,Mei, Juni) Dinagari Koto Tuo, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat  Yang Dihadiri Oleh: Pemerintahan Kecamatan,PJ Wali Nagari,BPN, Babinkamtibmas, Perangkat Nagari, Pendamping Lokal Desa Dan KPM. Dengan Jumlah KPM: 13 KPM

Supervisi Dan Monitoring TPP Dalam Kegiatan DD Di Nagari Mundam Sakti

Gambar
 Kunjungan lapangan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) ke Nagari Mundam Sakti dilaksanakan dalam rangka koordinasi dengan Pemerintah Nagari Mundam Sakti serta supervisi dan monitoring pelaksanaan kegiatan Dana Desa Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh program dan kegiatan yang bersumber dari Dana Desa berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, serta tetap memperhatikan kualitas pelaksanaan di lapangan. Kegiatan diawali dengan menghadiri pembukaan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana yang diikuti oleh Satlinmas bersama masyarakat nagari. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pentingnya mitigasi bencana serta kesiapan masyarakat, khususnya petugas tanggap darurat bencana, dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang tidak dapat diprediksi. Diharapkan melalui pelatihan ini masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan dasar dalam penanganan awal apabila terjadi bencana di lingkungan nagari. Selanjutnya dilakukan pendampingan kepada BUMDesa d...

Pemancangan kegiatan Jalan Usaha Tani (JUT) adalah tahap awal (penentuan titik jalur) pembangunan/rehabilitasi infrastruktur jalan di area pertanian untuk mempermudah mobilitas alat mesin pertanian dan pengangkutan hasil panen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas, mempercepat distribusi, serta mengurangi biaya transportasi petani. Kegiatan pemancangan ini merupakan langkah krusial dalam perencanaan dan pelaksanaan fisik, yang sering kali melibatkan pemerintah desa, babinsa, dan lembaga desa. Pemancangan Kegiatan Pemeliharaan Jalan Usaha Tani Sopan Ulu Air Yang Berlokasi Di Jorong Rantau Jambu Pagu Dana : Rp.127.602.200 Sumber Dana : Dana Desa Waktu Pelaksanaan: 90 Hari Kalender Pelaksana Kegiatan: Tim Pelaksana Kegiatan 1.K.Pokiah Sabatang( Ketua ) 2.Triyandi Putra( Sekretaris) 3.Victoriadi ( Anggota ) Kegiatan Ini Dihadiri Oleh: Pemerintahan Kecamatan IV Nagari ( Kasi Ekbang ) ,Wali Nagari,Babinsa, TPK Dan Pendamping. Dengan Harapan Kegiatan Ini Berjalan Sesuai Dengan Yang Direncanakan Dan Dapat Segera Dimanfaatkan Dan Dinikmati Oleh Masyarakat . Dan dapat melaksanakan kegiatan sesuai spesifikasi teknis yang ada.

Gambar
 

Rembuk Stunting Nagari Koto Baru TA 2026

Gambar
 Rembuk stunting adalah forum musyawarah desa/kelurahan untuk merencanakan, mendiskusikan, dan menyepakati langkah strategis penurunan stunting. Kegiatan ini menyatukan pemerintah desa, kader, dan masyarakat untuk merumuskan aksi nyata, komitmen bersama, serta menetapkan alokasi anggaran RKPDes yang berfokus pada pencegahan stunting.  Forum ini umumnya dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, Kader Posyandu/KPM, Kader PKK, Tokoh Masyarakat, Bidan Desa, Pendamping Desa, serta perwakilan Kecamatan. Rangkaian Acara Umum: • Pembukaan dan laporan kasus stunting/ibu hamil oleh Bidan Desa. • Pemaparan konvergensi program pencegahan stunting oleh tim desa. • Diskusi dan perumusan usulan kegiatan (pleno). • Penandatanganan komitmen bersama Rembuk stunting merupakan bagian penting dari perencanaan pembangunan desa (RKPDes) untuk memastikan langkah konkret berkelanjutan dalam penanganan gizi kurang dan stunting. Untuk itu pada bulan ini telah ada yang akan melaksanakan kegiatan re...